Tuesday, December 23, 2008

In My quite moments….

Sudah beberapa hari ini aku sakit pinggang dan tidak bisa angkat Karen.Siang ini Karen aku titip di mama. Dan sekarang untuk pertama kalinya setelah Karen lahir, aku bisa sendiri dikamar, istirahat, tiduran, dengerin lagu… sampai pada lagu ini, lagu yang aku pilih untuk dinyanyikan setelah pemberkatan & peneguhan nikah kita. Terlintas wajah suamiku dan …..setelah mencoba ditahan dan gak bisa, akhirnya air mata ini jatuh juga…


Betapa Tuhan itu baik... teramat sangat baik. CaraNya mempertemukan aku dan Utu sebagai pasangan walaupun udah kenal puluhan tahun. CaraNya membawa kita kedalam sebuah rumah tangga, dan betapa pilihan Tuhan untuk aku sangat teramat sempurna….


Tahun 2008 bersama Utu-ku dimulai dengan moments yang sangat membahagiakan, menikah… bulan madu… kehamilan… Tapi siapa sangka bahwa ternyata kehamilanku di enam bulan pertama sangat berat…dan siapa sangka bahwa mertuaku terdiagnosa kanker dan harus menjalani kemoterapi bersamaan dengan muntah-muntahnya aku…. dan ternyata setelah Karen lahir pun ada masa berat yang harus aku lewati... sakitnya operasi, asi yang sedikit, stressnya mendengar tangisan Karen yang kadang nggak berhenti.....


Satu Utu untuk Marsha, Mami dan sekarang tambah Karen.…


Utu harus kerja, pulang ke rumah liat mami dan aku yang tidak berdaya…. Beli obat, beli makanan apa aja agar kita berdua bisa makan… walaupun tidak dimakan juga. Pagi-pagi antar Mami ke lab, pergi kerja, pulang kantor, jaga aku dirumah sakit…. Tetap ceria, tidak terlihat cape-nya, walaupun akhirnya aku liat juga suamiku menangis…. Tapi setelah itupun dia kembali normal… ceria, konyol cenderung nora…Sekarang ditambah beli susu, popok... sampai urusan daftar dokter Karen aja, kamu gak pernah lupa….


My mum and dad always say don’t you ever take things for granted…


Sayangku, you keep your vow. Kamu ada disuka dan duka aku. Begitu banyak yang sudah kamu buat untuk aku… semua ketakutan aku, tetap support pilihan-pilihan sok tau aku yang kadang justru malah menyusahkan aku, kamu selalu sigap bantuin aku juga Karen… Mengalah untuk kepinginannya kamu, untuk ngeduluin aku dan Karen ….


Terimakasih sayang…. Tidak ada yang namanya kewajiban suami, kewajiban ayah… semua yang kamu lakukan, aku tau karena kamu mengasihi kami…. dan untuk itu terimakasih banyak ya papa… Kita berdua sayang sekali sama papa…


Di natal dan tahun baru ini, natal dan tahun baru pertama aku bersama suamiku dan sekaligus anakku …. Terimakasih banyak Bapa…. Berkatmu sungguh sangat melimpah dalam hidupku…Hidupku, suamiku, anakku, ku serahkan kedalam tangan pengasihanMu Bapa... Atur hidup kami sesuai kehendakMu...


PS: Papa, we ask Santa to give you something you always wanted... it's under the Christmas tree!!!

1 comment:

The Pereras said...

You deserve it dear..my tears started falling when i read it. and immedietly, i think that i have to write you. after what you've been through for the last 13 years i knew you. u went through up and down. and now you got something that you never imagined before. utu is the best thing has happened in your life and so is karen. cherish every moment you have with all the people you love. i wish you with lots a lots of happiness and joy in your life..!! I'm really happy for three of you..!! love and kisses...!!