Friday, June 22, 2007

The Loss

Dalam minggu yang sama, saya kehilangan 2 orang yang sangat berarti. Kedua-duanya sangat berarti ketika saya kecil dan sampai saat ini memiliki tempat khusus dihati saya.

18 Juni 2007,03.00, Om Iwan

Om Iwan adalah om saya, sepupu mama. Beliau adalah seorang pendeta. Dia yang menjaga saya waktu saya masih balita. 2 tahun yg lalu, ketika stroke itu datang, kami pikir kami akan kehilangan om Iwan untuk selama-lamanya. Tapi apa yang kami pikirkan bukan rencana Tuhan. Kami masih diberi 2 tahun untuk tetap bisa melihat om Iwan. Bersama istri, putri, dan keluarga besar yang selalu setia memberi dukungan dan merawat, om Iwan berjuang melawan penyakitnya dengan tetap melayani dan mengajar agama.

22 Juni 2007, 09.30, Tante Kim

Tante Kim adalah tetangga depan rumah. Kita bertetangga lebih dari 20 tahun. Tante Kim tidak bisa berjalan sejak putri bungsunya masih balita akibat tumor di pembuluh darah yang ada ditulang belakangnya. Setiap pulang sekolah saya selalu main, belajar, nonton dirumahnya dengan anak-anaknya. Sampai sebesar ini pun saya masih suka datang berkunjung dan mendengar cerita-ceritanya. Tante Kim bilang, salibnya sungguh berat. Dia lumpuh, suaminya meninggal ketika anak pertamanya masih kuliah. Sedangkan yang bungsu masih SMA. Kalau saya datang berkunjung, dia selalu bilang dia sudah lelah. Dia rindu suaminya. Kalau Tuhan memanggil, dia sudah sangat siap, karena sekarang tidak ada lagi yang ia khawatirkan karena kedua anaknya sudah menikah dan masing-masing sudah memiliki anak yang lucu dan suami yang baik.

Susah untuk tidak meneteskan airmata kalau saya harus mengingat kenangan dulu.

Tidak ada lagi air mata
Tidak ada lagi rintihan kesakitan
Om Iwan sudah damai bersama Tuhan Yesus
Tante Kim sudah bertemu dengan Om Ka Sin damai di firdaus

Dah Om Iwan
Dah Tante Kim
Tuhan Yesus tahu yang terbaik

Terima kasih untuk kasih sayang yang tulus
Marsha tidak akan pernah lupa

3 comments:

Anonymous said...

Turut Berduka Cita buat Om Iwan dan Tante Kim yaaa...Semoga Tuhan menguatkan dan menghibur keluarga yang ditinggalkan

Anonymous said...

Segala sesuatu ada waktunya, Mbak...
Ada lahir ada mati. Ada kedukaan dan pasti ada suka cita, GBU!
Saya suka blog yang menyertakan religiositas dalam posting..
Mau bertukar link, mbak ? Blog mbka udah aku link duluan :D

Raquel Brenda said...

Turut berduka cita ya Marsha..
Yang pasti om Iwan dan tante Kin sudah damai disisiNya.
Rencana Tuhan sudah pasti Indah.